Saus kerbau, makanan pokok Amerika yang lahir di bar New York, adalah campuran saus pedas dan mentega yang sederhana namun banyak diperdebatkan. Selama beberapa dekade, Frank’s RedHot telah menjadi standar industri, namun uji rasa baru-baru ini mengungkapkan penantang yang mengejutkan: Saus Sayap Gaya Kerbau Wegmans. Merek supermarket ini mengalahkan merek ikonik Frank’s dalam kompetisi head-to-head, membuktikan bahwa kualitas tidak selalu disertai dengan nama lama.
Pencarian Saus Kerbau yang Sempurna
Pengujian yang dilakukan oleh pakar kuliner ini berpusat pada identifikasi saus yang mencerminkan profil rasa Buffalo klasik: keseimbangan panas, bau cuka, dan kekayaan mentega. Tujuannya bukan sekedar bumbu; ini tentang saus emulsi yang kohesif yang menempel pada ayam tanpa menjadi berminyak atau encer.
Wegmans Mengambil Mahkota
Saus Wegmans digambarkan oleh para pencicip sebagai saus yang “sangat mirip dengan aslinya” dan “sangat seimbang”. Teksturnya dipuji karena kemampuan pelapisannya yang merata, tidak seperti rasa berminyak yang ditemukan pada beberapa pesaing. Kuncinya? Daftar bahan sederhana yang mengandalkan cabai rawit tua dan cuka, yang menghasilkan panas terfermentasi yang dalam dan lebih unggul dibandingkan saus berbahan dasar lada segar.
Frank Jatuh Pendek
RedHot milik Frank mengamankan tempat kedua, memberikan rasa cabai rawit yang diharapkan, tetapi rasa berminyak dan kerasnya mencegahnya untuk menang. Meskipun dikenal sebagai rasa Kerbau klasik, para pencicip merasakan rasa berminyak yang tidak sedap, bahkan setelah diaduk. Sausnya tidak memiliki tekstur krim yang diperoleh Wegmans melalui penggunaan bahan penstabil seperti gum arabic.
Peran Pengemulsi
Tes ini menyoroti pentingnya zat penstabil seperti gom arab dalam menciptakan saus yang halus dan teremulsi. Wegmans memanfaatkan bahan ini secara efektif, sehingga menghasilkan tekstur kohesif yang tidak ada di beberapa pesaing. Frank’s, saat menggunakan permen karet xanthan, tidak memiliki tambahan permen karet arab, sehingga menyebabkan konsistensinya yang kurang kental.
Selain Bahan Sederhana
Saus terbaik menghindari tambahan yang tidak perlu seperti pure jalapeo, molase, atau ikan teri, yang menyimpang dari profil rasa inti Kerbau. Cabai rawit tua, yang difermentasi selama berbulan-bulan, menghasilkan panas yang lebih dalam dan seimbang dibandingkan alternatif segar. Penambahan “rasa jenis mentega alami” pada Frank’s tidak cukup meniru kekayaan yang dicapai oleh tekstur emulsi Wegmans.
Metodologi dan Ketidakberpihakan
Tes rasa buta dirancang untuk menghilangkan bias. Sampel disajikan secara acak, mencegah kelelahan langit-langit mulut mempengaruhi hasil. Para pencicip memberi peringkat pada saus berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, untuk memastikan penilaian yang tidak memihak. Pendekatan berbasis data menunjukkan Wegmans sebagai pemenang, terlepas dari pengenalan merek atau prasangka.
Hasilnya menegaskan bahwa kualitas saus kerbau tidak bergantung pada nama terkenal; semuanya bergantung pada rasa yang seimbang, tekstur lembut, dan komitmen terhadap resep klasik. Wegmans membuktikan bahwa merek supermarket pun dapat mengungguli raksasa industri dalam hal rasa.
