Ketidakstabilan Suasana Hati Perimenopause: Apa yang Perlu Diketahui Tentang Kecemasan, Iritabilitas, dan Banyak Lagi

18

Perimenopause, transisi menuju menopause, sering dibahas dalam istilah hot flashes dan menstruasi tidak teratur. Namun, aspek penting namun kurang disadari pada periode ini adalah ketidakstabilan suasana hati perimenopause (PMI) – perubahan suasana hati yang tidak dapat diprediksi, termasuk kecemasan, mudah tersinggung, dan suasana hati yang buruk. Para ahli memperkirakan bahwa 65–70% orang mengalami PMI, sehingga lebih umum terjadi dibandingkan sindrom pramenstruasi (PMS), namun sebagian besar masih belum diketahui.

Ilmu di Balik Ayunan

PMI terjadi karena fluktuasi hormon yang tidak menentu karena ovarium secara bertahap mengurangi produksi estrogen dan progesteron. Ketidakstabilan ini dapat menyebabkan perubahan emosi sehari-hari yang tidak dapat diprediksi, membuat orang tidak yakin bagaimana perasaan mereka dari satu momen ke momen berikutnya.

Ini bukan hanya tentang perasaan “tidak enak”; ini adalah perubahan fisiologis yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari secara signifikan.

Tanda-Tanda Umum PMI

Orang yang mengalami PMI sering melaporkan:

  • Iritabilitas dan ledakan tiba-tiba
  • Air mata atau peningkatan kepekaan emosional
  • Kecemasan dan perasaan kewalahan
  • Kesulitan mengatasi stres
  • Memburuknya gejala pramenstruasi

Perubahan suasana hati ini sering kali tumpang tindih dengan gejala perimenopause lainnya seperti gangguan tidur, rasa panas, dan kabut otak, sehingga membuat diagnosis menjadi lebih kompleks.

Siapa yang Paling Rentan?

Meskipun PMI dapat menyerang siapa saja yang berada dalam masa perimenopause, individu tertentu memiliki risiko lebih tinggi. Mereka yang memiliki riwayat depresi pascapersalinan, kecemasan, atau perubahan suasana hati saat menstruasi yang parah lebih mungkin mengalami PMI. Pergeseran hormon yang tidak dapat diprediksi dapat memperburuk kerentanan kesehatan mental yang ada.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Mengenali Perasaan Ini

Jika Anda mencurigai PMI, langkah pertama adalah validasi : Anda tidak sendirian, dan perasaan ini tidak terbayangkan.

  1. Berkonsultasi dengan ahli kesehatan: Singkirkan penyebab lain (masalah tiroid, depresi klinis) dan diskusikan pilihan pengobatan.
  2. Menilai dampaknya: Jika perubahan suasana hati dapat dikendalikan dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, perawatan diri mungkin sudah cukup.
  3. Cari pengobatan ketika fungsi tubuh terganggu: Jika Anda kehilangan minat dalam beraktivitas, kesulitan berkonsentrasi, atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, bantuan profesional segera sangat penting.

Pilihan Perawatan

Intervensi yang efektif meliputi:

  • Penyesuaian gaya hidup (olahraga, pola makan, kebersihan tidur)
  • Terapi perilaku kognitif (CBT)
  • Terapi hormon (HRT)
  • Obat nonhormonal (SSRI, SNRI)

Jangan berasumsi Anda harus “terus maju” tanpa dukungan. Perawatan berbasis bukti dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

Mencari Dukungan

Jika penyedia layanan kesehatan Anda mengabaikan kekhawatiran Anda, carilah opini kedua. Perimenopause adalah transisi biologis yang normal, namun bukan berarti hal ini harus dijalani begitu saja. Percakapan terbuka dan perawatan yang terinformasi dapat memberikan perbedaan yang berarti.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan dukungan kesehatan mental, hubungi:

Mengabaikan perubahan suasana hati ini dapat menimbulkan konsekuensi yang parah. Mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan namun merupakan langkah proaktif menuju kesejahteraan selama fase yang penuh tantangan ini.