Mikayla Matthews, yang dikenal dari serial realitas Kehidupan Rahasia Istri Mormon, telah mengonfirmasi bahwa dia dan suaminya, Jace Terry, tetap berpisah hingga awal tahun 2025. Pasangan itu secara terbuka mengungkapkan perpisahan mereka selama musim keempat acara tersebut, dengan alasan perjuangan berkelanjutan dengan keintiman yang berasal dari trauma masa lalu Mikayla.
Masalah Keintiman dan Trauma Masa Kecil:
Masalah inti yang mendorong perpisahan ini adalah kesulitan Mikayla dalam menjalin keintiman, yang ia kaitkan dengan pelecehan seksual pada masa kanak-kanak. Seperti yang dia jelaskan di acara itu, trauma ini menciptakan hambatan emosional dan psikologis yang terus-menerus, sehingga sulit untuk menyesuaikan harapannya akan “istri sempurna” dengan pengalaman hidupnya.
“Saya merasakan banyak tekanan dan rasa bersalah seputar pernikahan dan kehidupan seks kami saat ini. Saya merasa ada banyak bagian yang rusak yang belum saya perbaiki.”
Garis Waktu Hubungan:
Mikayla dan Jace mulai berkencan pada tahun 2016, bertemu melalui saudara perempuan Mikayla. Mereka menikah pada Maret 2018 setelah menyambut putra mereka, Beckham, pada Juli 2017. Pasangan ini kemudian memiliki tiga anak lagi: Haven (6), Tommie (4), dan Lottie (lahir Juli 2025). Hubungan mereka menjadi sorotan publik, termasuk kritik atas perbedaan usia 5 tahun ketika Mikayla hamil pada usia 16 tahun.
Peran Jace dan Dampak Finansial:
Jace Terry telah mengambil peran sebagai ayah yang tinggal di rumah setelah kehilangan pekerjaannya sebagai manajer proyek untuk Waffle Love, sebuah langkah yang terkait dengan keterlibatan Mikayla dengan reality show tersebut. Meskipun ada perubahan karier, Jace telah menyatakan dukungannya terhadap karier dan otonomi Mikayla, memercayainya untuk menjaga batasan dalam hubungan mereka.
Masa Depan yang Tidak Pasti:
Meski Mikayla mengungkapkan ketakutannya akan kehilangan Jace, keduanya berkomitmen untuk mengasuh keempat anak mereka bersama. Pasangan ini tidak mengesampingkan rekonsiliasi, namun mengakui bahwa penyembuhan akan membutuhkan waktu. Mikayla mengaku situasi tersebut menyakitkan karena kebutuhan utama suaminya adalah keintiman seksual, sedangkan luka terdalamnya bermula dari trauma.
“Menurutku ini bukan seperti niat untuk berpisah selamanya… Lagipula aku tidak berusaha untuk menjauh satu hari pun dari anak-anak.”
Konteks Lebih Luas:
Kasus Matthews-Terry menyoroti kompleksitas hubungan modern, di mana trauma pribadi, paparan publik, dan pergeseran peran gender saling bersinggungan. Transparansi pasangan mengenai perjuangan mereka dalam keintiman menantang ekspektasi konvensional terhadap pernikahan dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pasangan mengatasi trauma yang belum terselesaikan dalam hubungan jangka panjang.
Perpisahan pasangan ini menggarisbawahi kenyataan bahwa hubungan yang kuat pun bisa terputus ketika kebutuhan mendasar tidak terpenuhi, dan bahwa penyembuhan dari trauma adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kesabaran, kejujuran, dan dukungan profesional.
























